Mencatat Keuangan Pribadi, Kenapa Tidak?

“Perasaan gaji udah gede, tapi kok habis mulu sih, kemana ya larinya?”
“Lah kok nanya gw, kan elu yang punya duit, elu yang beli ini itu, elu juga yang maen kesana kemari”

Begitulah kira-kira keluhan Mr. Jomblo yang merasa duitnya habis mulu. Gajinya memang 20 koma, setelah tanggal 20 keuangannya sudah koma alias kolaps, bukan karena gajinya kecil, tapi karena pengeluarannya tidak dikontrol.
Kalau berbicara masalah keuangan, memang susah susah gampang. Dibilang gampang tapi kok ternyata susah nyari jejak kemana uang lari. Dibilang susah tapi kok ya gak susah-susah amat, kan jelas tuh duit 1 juta, buat bayar kos 200 ribu, beli baju 200 ribu, jelaskan? Pasti sisanya 600 ribu. Dalam prakteknya ternyata tidak sesederhana itu juga kawan.

Saya sendiri termasuk orang yang teliti masalah keuangan pribadi, di umur 27 tahun dan sudah menikah ini saya masih mencatat pengeluaran saya setiap hari dan ini sudah saya lakukan sejak saya mulai punya gaji sendiri. Tidak perlu laptop keren atau smartphone mahal untuk mencatat beli makan siang 20 ribu, makan malam 15 ribu, bensin 10 ribu. Saya masih menggunakan cara tradisional, yaitu mencatatnya di buku kecil yang saya buat dari kertas HVS bekas. Saya kumpulkan beberapa kertas bekas yang baru dipakai satu sisi, lalu saya potong menjadi 8 bagian, lalu saya bendel per 31 lembar menjadi 1 buku, dijepit dengan binder clip kecil. Satu buku untuk satu bulan.

Mencatat Keuangan Pribadi

Pembukuan Keuangan Pribadi

Pada setiap lembar saya tulis tanggal di pojok kanan atas. Dan setiap kali saya mengeluarkan uang selalu saya tulis di buku catatan tersebut. Setiap minggu atau setiap dua minggu sekali jumlah pengeluaran harian tersebut saya pindahkan ke pembukuan yang saya buat dengan Ms. Excel. Saya sengaja tidak memasukkan transaksinya karena jumlahnya terlalu banyak, sedangkan kalau yang dimasukkan hanya jumlah pengeluaran perhari maka hanya memerlukan 31 row. Dengan demikian akan kelihatan tanggal berapa saja kita mengeluarkan uang cukup banyak, dan tanggal-tanggal dimana kita tidak mengeluarkan uang sama sekali.
Konsep Pembukuan Keuangan Pribadi
Bahasa kerennya keuangan pribadi adalah personal finance. Buku-buku terkenal biasanya menggunakan istilah ini. Lha karena saya ini levelnya masih pemula, maka kita sederhanakan saja istilahnya menjadi keuangan pribadi atau keluarga (buat yang sudah berkeluarga).

Dalam mengelola uang, saya membuat beberapa kategori, antara lain: penerimaan, pengeluaran, aset, tabungan, utang, aset, zakat, dsb. Pengeluaran saya bagi lagi menjadi pengeluaran rutin dan tidak rutin. Nah pengeluaran rutin ini misalnya bayar kos, bayar listrik, dsb. Kenapa saya pisahkan? Agar bisa langsung kelihatan tanggal berapa saja saya belanja banyak, dan tanggal berapa saja saya belanja sedikit.

Sedangkan pengeluaran untuk pembayaran utang saya pisahkan juga agar dalam rekapitulasinya bisa langsung kelihatan kemana saja uang saya mengalir. Kalau saya gabungkan dengan pengeluaran rutin, saya perlu memilah lagi.
Istilah yang tidak ada dalam akuntansi adalah ARISAN. Ibu-ibu pasti kenal istilah ini. Dalam konteks pengelolaan keuangan, selama saya belum dapat arisan masih saya masukkan ke tabungan, namun ketika sudah mendapatkan arisan menjadi utang.

Utang dan piutang saya usahakan untuk dicatat dengan baik agar ada kepastian di kemudian hari. Misalnya suatu saat kita akan menagih piutang kepada orang lain, kita tahu pasti dan tidak hanya “seingat saya” jumlahnya. Sedangkan untuk utang kita terhadap pihak lain, saya buat tabel pembayaran.

Satu hal lagi yang sering dilupakan, yaitu ASET. Jika aset kita hanya 1 unit sepeda motor, pasti mudah mengingatnya. Namun jika Anda memiliki 5 unit motor, 3 unit mobil, 6 bidang tanah, emas 1 kg, Anda perlu membuat catatan agar Anda tahu berapa jumlah total aset Anda. Nilai yang saya hitung untuk aset ada dua, yaitu nilai perolehan dan nilai saat ini. Misalnya tanah, dulu beli 20 juta, sekarang nilainya 50 juta, sebaliknya sepeda motor dulu dibeli seharga 12 juta, sekarang kalau dijual hanya dihargai 7 juta. Mana yang lebih riil diakui? Menurut saya harga saat ini, 50 juta dan 7 juta.
Anda bisa mendownload file contoh pembukuan keuangan pribadi melalui link di bawah ini.

DOWNLOAD
Semoga bermanfaat.

Update November 2014:

Cara pencatatan telah saya sempurnakan, pencatatan dilakukan per transaksi, telah saya sediakan kolom rekapitulasi serta prosentase untuk analisa seberapa besar prosesntase pengeluaran/ pendapatan dibandingan dengan total pendapatan dan pengeluaran.

 

#Akuntansi#Pembukuan

Comments

  1. Ihdal - September 11, 2013 @ 07:44

    thanks a lot baang!! :DD file pembukuannya sangat membantu ane 🙂 thanks yoo

  2. Yoga - October 19, 2013 @ 17:09

    Thanks Gan, sangat bermanfaat.

  3. arimasera - March 16, 2014 @ 21:57

    waah..makasih ya mas filenya sangat berguna. saya masih mahasiswi dan ingin membuat pembukuan yg benar dari kiriman ortu. soalnya gak mau bokek tiap akhir bulan. haha

  4. haera - April 20, 2014 @ 13:20

    terima kasih, kebetulan saya sedang butuh sekali ini

  5. Sopyan S - August 3, 2015 @ 06:21

    pass excelnnya apa ?

    • wahidhasan - September 3, 2015 @ 23:06

      Gak dipassword bos,, di protect tanpa password.

  6. Riska Hendriyani - January 21, 2016 @ 08:51

    wah, thanks bgt ya, menginspirasi gue banget yg lagi mulai belajar2 ngatur keuangan.. this might seem too late for me in my mid twenties but it’s better late than never.

  7. Hanna - November 29, 2016 @ 11:05

    makasih banyak ya.. sangat membantu untuk saya yang sedang mencari contoh catatan pengeluaran secara rinci.

Leave a Reply