BRI, Kapan Kamu Lebih Baik?

Bank BRI mengecewakan

Bank Rakyat Indonesia atau BRI adalah bank tertua di Indonesia. Pertama kali berdiri di Purwokerto pada tahun 1895. Jadi sekarang usianya sudah 118 tahun, jauh lebih tua daripada Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. Namun ternyata umur sebuah perusahaan tak mencerminkan kualitas pelayanan.
Saya menjadi nasabah BRI sejak 2006 karena tempat bekerja saya mengharuskan menggunakan BRI untuk pembayaran gaji. Namun karena kurang puas dengan pelayanan BRI, akhirnya saya tidak pernah menyimpan uang saya di rekening BRI. Pokoknya begitu gaji masuk, saya ambil tunai seperlunya lalu sisanya saya transfer ke rekening selain BRI.
Setelah sekian lama saya tidak bermasalah dengan BRI, akhirnya bulan Februari 2013 ini saya terpaksa harus punya masalah dengan BRI Cabang Purwakarta. Dan menurut saya kesalahan-kesalahan sepele seperti ini tidak sepantasnya ada. Masak bank yang berumur 118 tahun kayak gini. Baiklah, begini ceritanya:
1. Beberapa hari sebelum tanggal 5 Februari 2013 saya menghubungi Pak Dudi (waktu itu saya belum tahu posisi beliau, saya tahunya beliau bagian kredit). Maksud saya menghubungi beliau adalah untuk menanyakan sisa hutang saya di BRI karena saya akan melunasinya.
Jawaban dari beliau, untuk menanyakan pelunasan hutang saya diminta menemui Ibu Liza antara tanggal 5-20.

2. Tanggal 5 Februari 2013 siang saya ke BRI Purwakarta untuk bertemu Ibu Liza, eh dioper ke Pak Iwan. Saya sampaikan maksud saya untuk melunasi hutang-hutang saya. Dan Pak Iwan memberitahu bahwa untuk pelunasan hutang harus dengan Marketing yang dulu memproses permohonan kredit saya dulu, yaitu Pak Dudi. Loh, kalau Pak Dudi tahu prosesnya seperti ini kenapa beliau tidak bilang saja “Oke pak, nanti bisa menemui saya tanggal 5”. Kenapa saya harus dilempar ke Bu Liza dan Pak Iwan kalau ujung-ujungnya ke Pak Dudi juga. Namun sayang Pak Dudi siang itu tidak ada ditempat jadi saya tidak bisa langsung bertemu Pak Dudi.
Lalu mengenai penutupan kredit harus dengan Marketing, lha kalau Marketingnya sudah resign atau meninggal bagaimana? (Saya belum sempat menanyakan ini)

3. Jadi karena saya tidak mau usaha saya sia-sia, sebelum pulang saya mampir ke Customer Service untuk mengganti kartu ATM saya yang sudah expired dan sekalian mengaktifkan kembali BRI internet banking saya yang diblokir gara-gara saya tidak mengganti password saya untuk jangka waktu tertentu. Rekening saya ada di BRI Cabang Balikpapan. Petugas Customer Servise (Yustin) menyampaikan bahwa saya harus update data dulu sebelum ganti ATM karena memang saya pindah domisili dan ganti KTP. Untuk perubahan data yang bisa merubah hanya Bank BRI tempat pembukaan rekening, yaitu BRI Cabang Balikpapan. Lalu saya diminta mengisi form perubahan data yang nantinya akan dikirim melalui fax ke BRI Balikpapan.

4. Tanggal 6 Februari 2013 saya datang lagi ke BRI untuk menemui Pak Dudi. Dan Alhamdulillah saya bertemu Pak Dudi. Beliau segera memproses pelunasan hutang saya. Beliau membuat perhitungan pokok pinjaman dan penalti yang harus saya bayar. Lalu perhitungan tersebut dicetak dan diserahkan kepada Bu Liza. Setelah itu saya diminta menunggu di ruang tunggu, nanti kalau sudah selesai akan dipanggil. Akhirnya setelah menunggu hampir 2 jam saya dipanggil juga untuk menandatangi beberapa surat. Dan saya diminta menunggu lagi untuk dipanggil di bagian teller karena transaksi pelunasannya di bagian teller.
Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya saya dipanggil juga. Dan akhirnya hutang saya lunas.
Ibu Liza menjanjikan bahwa berkas jaminan saya baru bisa diambil tanggal 13 Februari 2013.

5. Saya baru bisa ke BRI pada tanggal 15 Februari 2013. Sesampainya di BRI Purwakarta saya langsung menemui Pak Ali. Namun, ternyata beliau LUPA mencatat di buku folionya bahwa pada tanggal 6 Februari 2013 sdr. Wahid Hasan telah melunasi hutangnya dan berkas jaminan akan diambil tanggal 13 Februari 2013. Beliau menjanjikan nanti kalau sudah siap saya akan dihubungi melalui telepon.
Saya sekali lagi tidak mau usaha saya jauh-jauh ke BRI Purwakarta sia-sia, lalu saya mampir lagi ke bagian Customer Servis. Saya tanyakan bagaimana proses update data saya, dan ternyata belum diupdate juga. CS menunjukkan bukti bahwa form yang saya isi minggu lalu sudah dikirim.
Lalu saya tanya kenapa prosesnya lama sekali? apa sudah menghubungi BRI Cabang Balikpapan melalui telepon? lalu kapan perubahan data saya selesai? Customer Servise tidak memberikan jawaban yang pasti dan berulang kali minta maaf dan bilang nanti saya akan dihubungi kalau perubahan data sudah selesai.
Pada hari Selasa, 19 Februari 2013 saya ditelepon oleh Pak Ali bahwa berkas jaminan sudah bisa diambil namun saya baru bisa ke BRI Purwakarta hari Rabu. 20 Februari 2013. Proses pengambilan berkas jaminan tidak berlangsung lama karena saya sengaja datang pagi-pagi.
Jadi sampai hari ini, 22 Februari 2013 urusan yang belum kelar di BRI Purwakarta adalah update data identitas, saya masih menunggu janji Customer Servise BRI Purwakarta untuk menghubungi saya jika sudah selesai.

Buat saya, hanya 1 hal yang perlu diperbaiki oleh BRI, yaitu Standar Pelayanan. Kenapa penutupan hutang harus melalui Marketing? Kenapa pengambilan berkas jaminan butuh waktu 1 minggu? Kenapa tidak ada janji layanan bahwa perubahan data yang dilakukan di kantor cabang selain cabang tempat pembukaan rekening membutuhkan waktu sekian hari. Kenapa ketika sampai 1 minggu data belum diupdate BRI Purwakarta tidak melakukan konfirmasi kepada BRI Balikpapan?

So, kapan BRI bisa lebih baik?

*Update hari Jum’at, 1 Maret 2012.

Saya hari ini gajian dan bermaksud mengambil uang saya di BRI karena pembayaran gaji saya melalui BRI. Nah, seperti biasa saya mengecek saldo rekening melalui SMS Banking BRI, jleb kenapa saldonya hanya 900an ribu? Wah ini pasti BRI masih memotong gaji saya. Langsung saja saya ke BRI dekat kantor, komplain kenapa rekening saya masih dipotong lagi padahal kredit sudah saya tutup. Petugas segera menelpon bagian kredit dan dijanjikan akan segera di kembalikan. Lalu, selang beberapa jam saya diminta ke BRI lagi untuk diberitahu bahwa BRI tidak memotong rekening saya. Sampai saat itu saya masih berpikir mungkin kesalahan sistem sehingga menyebabkan saldo di rekening koran dan SMS banking berbeda.

Pukul 16.00 saya ke ATM untuk mengambil uang, saya cek saldo dan kaget lagi ternyata saldo saya hanya 900an ribu seperti di SMS banking BRI.

Langsung saja saya ke BRI lagi, waktu itu masih ada petugas disana dan kebetulan beliau adalah supervisor. Setelah dilacak ternyata saldo saya di blok atau ditahan oleh BRI sebesar angsuran saya sebelum saya lunasi. Jadi BRI memang tidak memotong, tapi hanya menahan. Sungguh tidak profesional, ketika kredit sudah dilunasi seharusnya semua hak saya dikembalikan. Harusnya ada kontrol bahwa ketika nasabah sudah melunasi utang, maka jaminan harus segera dikembalikan, AFT (Automatic Fund Transfer) untuk pemotongan angsuran harus segera dihapus, dan dana yang di hold juga harus dikembalikan.

#Bank