Rahasia Tentang Warung Semarang

Warung Semarang sudah tidak asing lagi bagi anak-anak STAN yang nge-kost di sekitar PJMI dan Kalimongso. Saya pun sejak beberapa bulan yang lalu menjadi pelanggan tetap di warung tersebut. Awal-awal nge-kost di Kalimongso, saya bersama beberapa teman mencari warung yang cocok dengan selera kami. Setelah keliling kesana kemari, mencoba masakan berbagai warung yang berjejer di dekat-dekat kost, akhirnya kami putuskan bahwa Warung Semarang adalah juaranya. Meskipun makan di warung, saya merasa makan di rumah sendiri, makanannya tidak seperti makanan warung, tapi lebih seperti masakan rumahan. Selain itu saya merasa nyaman dengan pelayanannya, mbak-mbak disana melayani pakai bahasa jawa logat Semarangan. Saya sendiri sudah agak hafal dengan logat seperti itu karena saya sempat 9 bulan hidup di Semarang. Nah tahukah anda apa yang membuat saya merasa tidak asing dengan taste masakan-masakan di Warung Semarang?

Jawabannya adalah : BU SUPATMI ADALAH ORANG GUNUNGKIDUL.

Ini adalah hal yang jarang diketahui orang. Banyak yang mengira pemilik warung adalah orang semarang, ini tidak sepenuhnya salah karena memang Ibu Supatmi, pemilik warung tersebut pernah tinggal di Semarang. Namun bagaimanapun juga Ibu Supatmi asli dan lahir di Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Piye jal?