Short Trip to Magelang

Biasanya kami sekeluarga piknik di akhir tahun, namun semenjak saya pulang kampung beberapa tahun lalu, kami tidak lagi bisa piknik karena di akhir tahun kerjaan saya malah pas banyak-banyaknya. Jadi daripada piknik tapi kepikiran kerjaan mending diundur saja. Toh beberapa bulan lalu kami juga habis dari Kebumen.

Sebenarnya tidak ada alasan khusus kenapa kami memilih Magelang. Ya karena belum pernah aja sehingga kami ingin kesana. Bahkan kamipun tak memaksakan untuk bisa mengunjungi beberapa tempat wisata disana, cukup staycation di hotel yang nyaman, jalan-jalan di alun-alun dan wisata kuliner. Karena sejatinya kepergian kami biar ganti suasana saja dan punya waktu penuh berempat, maklum kami tinggal bersama orang tua.

The Itinerary

Jalan-jalan ke Magelang kami rencanakan 2 hari, sabtu minggu. Itupun juga gak full jalan-jalan karena kami ada rencana juga ketemu kawan di Sleman, bisa jadi sampai Magelang sudah sore. Jujur, perjalanan kami menjadi agak complicated karena untuk menyenangkan semua pihak, jadi saya happy, istri happy, anak-anak juga bahagia. Jadi inilah ringkasan perjalanannya.

Sabtu Pagi

Seperti biasa sebelum bepergian, saya punya kewajiban memastikan ayam dan kucing peliharaan kami kenyang dulu. Sementara itu istri saya yang memastikan perbekalan untuk kami.

Tujuan pertama kami adalah ke Sleman, menemui kawan kami yang sudah cukup lama gak ketemu.

Sabtu Siang

Sejak awal saya memang berencana makan siang di daerah Muntilan atau sekitar Borobudur. Pengen nyari tempat yang asik dan unik. Setelah berhari-hari mencari referensi di internet, akhirnya saya dapat tempatnya. Jujur ini kejutan buat istri, saya tahu selera istri saya, yakin aja doi bakal happy. Nama restonya adalah Joglo Ndeso Restaurant & Hydroponics Garden di Muntilan, Google Maps : https://maps.app.goo.gl/E3xTghKEbcHhjAYb9

Kebetulan kami suka berkebun, jadi senang sekali bisa mengunjungi resto yang ada kebun sayur dan buah. Bagaimana tidak bahagia melihat tanaman buah dalam pot (tabulampot) sedang berbuah, ada pepaya, pisang, alpukat, markisa merah, markisa erbis, labu botol, dsb.

Anak-anak juga senang sekali karena disana ada beberapa mainan yang boleh digunakan oleh pengunjung.

Soal makanan, Alhamdulillah disana ada Paket Sunda. Lumayanlah mengobati kangen sama masakan Sunda meskipun belum kesampaian main ke Purwakarta dan Karawang lagi.

Setelah kenyang kami melanjutkan perjalanan ke Magelang.

Sabtu Sore

Kami tiba di Trio Front One Resort Magelang kurang lebih jam 3 sore. Salah satu alasan kami memilih hotel itu adalah karena ada kolam renangnya dan harganya di bawah 500 ribu. Untuk kamar dan makanan jujur tidak terlalu berharap banyak, maklum bintang 3.

Sore itu kami rencana berenang di kolam renang, namun karena hujan gak kunjung reda akhirnya rencana renang batal. Akhirnya hanya tiduran aja di kamar.

Sabtu Malam

Mumpung di Magelang, kami mau coba Nasi Goreng Magelangan. Namun berhubung hujan masih rintik-rintik dan kami malas keluar, kami order Gofood Nasgor Maisan. Alhamdulillah anak-anak suka, gak sia-sia usaha saya baca review resto di Gofood satu per satu. Kenapa saya lakukan ini? Karena kami pernah kecewa beli makanan yang kami belum tahu kayak apa pelayanan restonya, pas makanannya dateng gak sesuai harapan. Sejak saat itu kami hati-hati memesan makanan lewat Gofood.

Sebenarnya kami dapat rekomendasi Nasi Goreng Pak Yatno, hanya beberapa ratus meter dari hotel, tapi ternyata saya cari di Gofood tidak ada. Jadi jatuhlah pilihan ke Nasgor Maisan.

Minggu Pagi

Di hari kedua kami hanya berencana main ke Alun-Alun Magelang. Disana kami jalan-jalan keliling alun-alun, naik sepeda tandem, jajan, dan main alat olah raga yang disediakan untuk publik. Di alun-alun itu kami janjian ketemuan sama Mbak Dilla. Kami adalah sesama alumni kementerian yang akhirnya memutuskan pindah ke Pemda.

Minggu Siang

Di Magelang kami memang hanya jalan-jalan keliling kota dan main ke alun-alun saja. Untuk makan siang dan acara selanjutnya kami serahkan kepada anak-anak. Elka request makan siang di rumah makan Padang Minang Maimbau dan main ke KKV. Kebetulan elka pernah makan disana dan dia suka. Dari Magelang kami meluncur ke Sleman City Hall. Kami numpang parkir dan sholat disana, lanjut muter-muter mall dan ke KKV, setelah itu baru jalan kaki ke Minang Maimbau. Kebetulan posisinya tepat di sebelah utara Sleman City Hall.

Perjalanan Pulang

Pada waktu berangkat kami sudah melalui jalur utama (ringroad utara). Maka untuk pulangnya kami memilih jalur alternatif, yaitu melalui Jl. Gito Gati – Jl. Kapten Haryadi terus nyebrang Jalan Kaliurang masuk jalan alternatif lagi ke arah Stadion Maguwoharjo lalu lanjut arah Berbah – Sampakan – Piyungan – Gunungkidul.

Ketika sampai di Kota Wonosari pas adzan Maghrib berkumandang, kami putuskan sholat sekalian di Masjid As-Salamah Kodim 0730. FYI, untuk saat ini di sekitar Wonosari ada 2 masjid yang nyaman yang bisa dijadikan tempat sholat dan istiharat. Yang pertama adalah Masjid As-Salamah, dan yang kedua adalah Masjid ITB 76. Kedua masjid tersebut baru saja selesai dibangun dengan desain modern, bersih, dan nyaman.

Seharusnya Masjid Agung Al Ikhlas bisa menjadi tempat transit yang nyaman, namun sayang toilet dan tempat wudhu kurang nyaman jika dibandingkan dengan 2 masjid di atas.

Sekian cerita perjalanan singkat kami ke Magelang. Sampai jumpa…

Leave a Reply