Pantangan #1

Minggu lalu adalah minggu bersejarah buat saya, karena baru kali saya divonis asam urat plus kolesterol. Kenapa vonis? Karena kalau pakai kata diagnosa itu kurang greget. Tapi kalau vonis itu rasanya jadi narapidana, gak boleh makan nasi padang, gak boleh makan ayam bakar, gak boleh makan sate usus, gak boleh makan duren. Itu semua makanan enak gaes. Tapi semenjak vonis itu, semua yang enak-enak itu dilarang.

Gejala

Awalnya saya tidak tahu kalau ternyata asam urat saya tinggi. Keluhan saya waktu itu hanya telapak kaki yang agak bengkak dan sakit kalau digunakan untuk berjalan. Karena sakit tersebut sudah berlangsung beberapa waktu, akhirnya saya putuskan untuk ke dokter. Oleh dokter saya diminta untuk tes asam urat, dan hasilnya asam urat saya 8,5. Batas maksimal untuk pria adalah 7, jadi saya kelebihan 1,5. Oleh Bu Dokter saya dikasih obat Allopurinol untuk menurunkan asam urat saya.

Selang beberapa hari keluhan saya belum sembuh total, malah pindah-pindah. Okelah, tes lagi sajalah. Akhirnya tes asam urat, tapi mumpung jarinya sudah dicubles, sekalian tes kolesterol. Dan taraaaaa…

Asam urat : 10 dan Kolestelor : 300

Wooooooooowwwww… Syuper syekaleeee..

Saya yang tadinya cuma minum Allopurinol, tambah Lipitor. Nah berhubung lambung saya agak kepayahan juga menghadapi kerasnya Allopurinol, akhirnya tambah lagi obatnya Ranitidine. Full Package pokoke.

Penyebab

Penumpukan asam urat di dalam sendi adalah penyebab penyakit asam urat. Asam urat sejatinya merupakan limbah yang terbentuk dari penguraian zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Sebagian besar asam urat dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine dan sebagian kecil lainnya dibuang melalui saluran pencernaan dalam bentuk tinja.

Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berukuran mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi. Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke ruang persendian dan mengganggu lapisan lunak sendi, maka terjadilah peradangan yang terasa sangat sakit.

Sumber : http://www.alodokter.com/rematik-asam-urat/penyebab

Nah yang di atas itu adalah bagaimana proses asam urat bisa menimbulkan rasa sakit. Tapi kalau penyebab asam urat saya naik, saya sendiri yang harus introspeksi. Jujur saja, semua kembali ke gaya hidup dan pola makan saya yang jauh dari kata sehat. Dalam seminggu saya makan-makanan yang enak tapi kurang sehat, misalnya nasi padang, nasi goreng, sate, bebek goreng, ayam goreng, ayam bakar, kopi. Di sisi lain saya jarang makan sayuran dan jarang olah raga. So, jangan ditiru ya gaes..

Pantangan

Kalau saya ditanya makanan apa saja yang dilarang, bingung saya. Kolesterol saja pantangannya sudah banyak, masih ditambah asam urat. Bahkan makanan yang paling sering saya makanpun dilarang, apa itu? Tahu.

Apa saja pantangan untuk penderita kolesterol dan asam urat? Daftar berikut saya rangkum dari berbagai sumber.

Kolesterol

Asam Urat

Telur Ayam, Telur Ikan, Jeroan, Jeroan, Margarin, Susu Full Cream, Santan, Daging Olahan, Fast Food, Keju, Kerang, Gajih, Kikil, Daging Bebek, Belut, Gorengan, Udang Bayam, Tahu, Tempe, Sea Food, Anggur, Kacang Tanah, Kacang Kedelai, Melinjo, Emping, Kakao, Daging Sapi, Kembang Kol, Asparagus, Buncis, Daun Singkong, Durian, Jamur

Nah, kalau liat daftar pantangan yang sebanyak itu, nafsu makan saya langsung ngedrop saking bingungnya mau makan apa.

Jadi apakah mungkin vonis ini akan mengubah gaya hidup saya? Mungkin. Bahkan harus. Soalnya kalau saya tidak mau berubah, ya bisa jadi kelak tidak hanya asam urat dan kolesterol yang datang, tapi saudara-saudaranya ikutan menyerang saya.

Do’akan sayaaaaa.!

#Asam Urat#Kolesterol