Monefy Pro dan GnuCash

Monefy Pro dan GnuCash

“Hid, kamu rajin amat beli gorengan aja dicatet?”.

Saya sudah biyasa dengan komentar teman-teman saya soal “kelakuan” saya mencatat semua pemasukan dan pengeluaran uang setiap hari. Ada beberapa yang nyinyir, ada beberapa yang akhirnya malah mengikuti langkah saya.

Saya terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran saya sejak saya terima gaji pertama kali, akhir tahun 2005. Dahulu, saat teknologi smartphone belum secanggih saat ini, saya mengandalkan catatan manual di kertas dan microsoft excel. Lalu pada awal tahun 2015 saya putuskan untuk tidak lagi menggunakan catatan manual dalam mencatat keuangan, oleh karena itu saya mulai mencari aplikasi pencatat keuangan yang akan saya dan istri saya gunakan. Dalam keluarga saya tidak ada istilah uang laki, yang ada adalah uang kami dan uang perempuan. Kok uang laki tidak ada, dan uang perempuan ada? Ya, sesuai janji saya sebelum menikah, bahwa uang saya adalah uang istri saya juga alias uang kami, dan uang istri saya tetap miliknya. Jadi gaji istri saya waktu masih mengajar tak pernah saya utak-atik, kalau saya kehabisan uang ya saya pinjam kepada istri saya. Gampang kan? Kok bisa sih sampai segitunya? Ini masalah komitmen saja. Saya terbiasa tertib masalah uang, dan saya tidak pernah main-main dengan masalah utang. Itu sebabnya kalau saya pinjam uang kepada istri saya, ya saya catat sedetail mungkin. Begitu pula dengan utang-utang saya yang lain. Jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu dengan saya, utang saya harus diselesaikan oleh ahli waris saya, oleh karena itu mereka harus tahu catatan utang saya.

Selain masalah utang-piutang, ada alasan penting lain kenapa saya mewajibkan saya mencatat keuangan, yaitu masalah zakat. Saya meyakini bahwa zakat 2,5% yang saya bayarkan akan membawa keberkahan, oleh karena itu saya harus memastikan zakat yang saya bayarkan tidak kurang dari 2,5%.

Tentang Uang Kami

Ketiadaan uang laki di keluarga saya, dan pencatatan keuangan secara bersama-sama adalah wujud komitmen kami untuk saling terbuka dan percaya. Istri saya perlu tahu berapa gaji saya, istri saya juga perlu tahu kalau saya tidak masuk kerja atau terlambat gaji saya dipotong berapa. Saya juga perlu tahu uang yang saya transfer ke istri saya tiap bulan kira-kira cukup tidak untuk belanja harian, kalau lebih nanti ditransfer ke rekening tabungan, kalau kurang ya saya transfer lagi. Saya dan istri saya memang memiliki beberapa rekening dengan fungsinya masing-masing.

Tidak ada masalah saya gonta-ganti HP, tidak ada masalah juga istri saya beli baju online, dan tidak ada masalah pula ketika suatu saat uang kami habis, lalu saya pinjam uang ke istri saya. Menurut saya, saling mengerti dan komunikasi adalah kuncinya. Kalau pas kebutuhan lagi banyak, ya beli HPnya ditunda dulu. Kalau pas lagi ada rejeki lebih sisihkan sebagian buat nambah tabungan istri, kebetulan istri saya sekarang sudah tidak bekerja jadi tabungannya hampir tidak pernah bertambah. Bagi saya, istri saya adalah sahabat sejati. Suka duka ya sama istri. Dan menurut saya itu harus. Pernah tidak Anda menganggap seorang teman sebagai sahabat sejati, lalu ternyata ia hanya menganggap Anda teman biasa. Itu tentu menyakitkan. Sudahlah, istrimu adalah sahabat sejatimu. Ia sudah menyerahkan dan memasrahkan pada kita seluruh waktu, impian, harapan, dan perasaannya, apalagi yang kau butuhkan untuk membuatmu percaya bahwa ia adalah sahabat sejatimu?

Monefy Pro

Ada banyak sekali aplikasi pencatat keuangan di Play Store, namun bagi saya kuncinya adalah teknologi itu harus memudahkan kehidupan manusia. Jadi kalau ujung-ujungnya malah ribet, saya tak akan memakai teknologi itu, misalnya menu yang rumit, backup tidak bisa online, dsb. Sebelum memutuskan aplikasi apa yang akan saya gunakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

  1. Tampilan antarmuka sederhana karena istri saya juga akan menggunakannya.
  2. Otomatis sinkronisasi data antar device karena aplikasi ini akan digunakan oleh saya dan istri saya secara bersamaan.
  3. Backup otomatis secara online. HP itu barang yang mudah rusak, tak sengaja terjatuh ke selokan, goodbye. Oleh karena itu saya harus memastikan data saya aman.
  4. Ada fasilitas ekspor data ke teks (txt, xml, csv).
  5. Berbayar boleh, asal tidak model langganan bulanan/tahunan. Jadi bayar sekali seumur hidup. Syukur-syukur ada yang gratis.

Setelah cukup lama mencoba-coba aplikasi di Android, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan Monefy Pro, harganya sekitar 27.000 rupiah. Saya tidak menggunakan yang free karena kategori transaksi tidak bisa di-rename, ditambah, dan dikurangi. Kalau yang berbayar, bebas mau bikin kategori apapun. Untuk sinkronisasi data Monefy menggunakan akun dropbox, saya tidak perlu buat akun lagi untuk menggunakan Monefy.

Tampilan Monefy Pro

Sampai dengan Januari 2017 ini, saya dan istri saya sudah 2 tahun menggunakan Monefy Pro. Kami bahagia dan puas dengan kesederhanaan tampilan dan sinkronisasi data yang cepat.

Doakan kami tetap bisa menjaga kejujuran kami dalam mengelola keuangan keluarga kami.

GnuCash

gnucash

Selain Monefy Pro, saya juga menggunakan program keuangan satu lagi, namanya GnuCash. Apa itu GnuCash? Banyak yang asing dengan software akuntansi ini, karena pada jaman dulu memang software ini berjalan di Linux. GnuCash adalah software akuntansi yang gratis , ia tidak setenar Zahir atau MYOB. Kalau secara umur, software ini sudah cukup matang, sudah ada sejak 1997 untuk versi Linux, dan baru pada tahun 2007 dapat berjalan di Windows.

Apa bedanya dengan Monefy Pro? Kalau Monefy Pro hanyalah mencatat keluar masuk kas saja, GnuCash dapat digunakan untuk akuntansi komersial yang kompleks. Karena karakteristiknya yang berbeda inilah, keduanya saya gunakan untuk 2 hal yang berbeda pula. Monefy Pro untuk mencatat keuangan pribadi, dan GnuCash saya gunakan untuk mencatat keuangan usaha kecil saya, elena. GnuCash ini tidak sesederhana Monefy, untuk dapat menggunakan GnuCash kita perlu paham dasar-dasar akuntansi karena input transaksinya bentuknya jurnal (double entry). Oleh karena itu GnuCash menjadi terlalu ribet kalau saya pakai untuk mencatat keuangan pribadi.

GnuCash belum mendukung sinkronisasi secara online, untuk menyiasatinya file data gnucash saya simpan di folder dropbox. Kelemahan menggunakan cara ini adalah saya tidak boleh membuka GnuCash secara bersamaan di dua komputer karena akan konflik.

Kenapa memilih GnuCash? Jujur saja karena ini gratis. Saya belum bisa menganggarkan pembelian software karena fokus saya masih memperbanyak pelanggan dan modal. Omset saya masih tak seberapa, sungguh tak ada apa-apanya dibanding pecel lelenya Mas Robet. Tapi saya bangga memilikinya, jujur ini adalah usaha idealis saya, akan saya besarkan tanpa utang bank, akan saya jaga komitmen 10% laba bersih untuk sedekah setiap bulannya, meskipun kadang elena hanya bisa sedekah 20.000 (berarti laba saya sebulan hanya 200.000), tak apa ini sudah memberikan kepuasan tersendiri.

Keuntungan jualan tiket itu kalau secara prosentase sangat kecil, rata-rata 3%. Jadi misalnya saya jualan tiket 1.000.000, keuntungan saya hanya sekitar 30.000. Kadang kalau harga tiketnya hanya 500.000, keuntungannya ya sekitar 15.000 an. Nah, saya sadar diri, kalau uang 15.000 itu tidak saya catat, ujung-ujungnya uang itu akan lenyap entah kemana. Oleh karena itu saya berkomitmen sejak 2015, elena akan berdiri sendiri, punya pembukuan sendiri.

Konsekuensi elena memiliki pembukuan sendiri adalah akan ada Account Receivable Wahid Hasan (Piutang). Saat saya beli tiket tapi belum saya bayar, saya jadi punya utang ke elena, tercatat di A/R Wahid Hasan. Selain itu sampai saat ini juga belum ada transaksi Salary, karena saya janji seluruh keuntungan akan jadi modal lagi. Entah kapan saya akan mengambil jatah saya.

Inilah cerita singkat saya tentang 2 software keuangan yang saya gunakan sehari-hari.

Jika para pembaca punya cerita serupa, atau punya ide seru, tuliskan di kolom komentar.

Terima kasih.

#GnuCash#Monefy#Monefy Pro

Comments

  1. Lebayman - April 15, 2017 @ 00:39

    yap benar sekali untuk usaha sendiri cukup pakai Spreadsheet dan Gnucash. tapi menurutku Gnucash sudah lebih dari cukup. selain gratis, dapat track utang piutang dan gaji karyawan. yg kurang dari software ini yaitu pencatatan persediaan. kalau saya track persediaan pakai spreadsheet nnti totalnya tinggal imput ke Gnucash.

    • wahidhasan - April 19, 2017 @ 20:13

      Iya betul gan, kalau untuk persediaan memang agak kurang tepat. Mendingan nyari yg sepaket ada POS (poin of sales) sekalian kalau retail.

Leave a Reply