Semua Ada Biayanya

Pernahkah Anda perhatikan ternyata sekarang perusahaan-perusahaan yang berkaitan keuangan banyak memungut biaya yang menurut saya kurang logis.
1. Pembayaran tagihan Indosat dikenakan Rp 5000. Menurut saya apa Indosat masih kurang puas dengan keuntungan dari berbagai unit usahanya. Atau mungkin ada strategi untuk mengarahkan konsumen Indosat agar membayar tagihan melalui pihak ketiga? Misalnya bank (ATM, SMS Banking, dan Internet Banking).
2. Pembayaran Kartu Kredit Danamon di Bank Danamon, jika mempunyai rekening dikenakan Rp 10.000, jika tidak akan dikenakan Rp 15.000. Kita mau bayar utang kok malah masih dikenakan biaya lagi sih? Ngalah-ngalahin kalau bayar lewat ATM yang cuma Rp 5.000.
3. Menabung di BRI yang rekeningnya berbeda cabang dengan BRI tempat kita menabung dikenakan biaya Rp 2.000. BRI adalah bank terbesar di Indonesia, dan semua sudah memanfaatkan teknologi informasi yang mampu menekan biaya operasional dan mempercepat pemrosesan data. Bank-bank seperti BNI, Muamalat, Mandiri, dsb tidak menerapkan kebijakan seperti ini. Itulah sebabnya saya tidak suka menabung di BRI, karena saya mempunyai rekening BRI Balikpapan.
Barangkali masih banyak hal-hal yang serupa dengan kejadian-kejadian yang saya alami di atas. Entah strategi bisnis seperti apa yang diterapkan.. Namun, bukankah masyarakat sekarang sudah semakin pintar dalam memilih, apalagi semakin banyak pilihan yang dimiliki, perbedaan harga yang tipis bisa jadi membuat konsumen beralih kepada produk lain.