Facebook Jadi Senjata Iklan Ponsel

Ponsel atau Handphone tidak lagi menjadi barang mewah bagi masyarakat Indonesia. Bisa dipastikan bahwa hampir setiap rumah minimal memiliki 1 buah ponsel, bahkan bisa lebih. Misalkan saja di dalam satu keluarga terdapat 4 anggota keluarga dengan 2 orang anak. Si Bapak punya 2 ponsel, Si Ibu 1 ponsel, Si Anak masing-masing 1 ponsel, dijumlah sudah 5 buah ponsel di dalam satu rumah.
Saya sempat googling untuk mencari informasi mengenai penjualan ponsel di Indonesia, data yang saya dapat menyebutkan bahwa terjadi penurunan pada kuartal keempat tahun 2008. Sedangkan untuk tahun 2009 diperkirakan stabil, namun ada juga yang menyatakan akan terjadi penurunan penjualan.

Perubahan Selera Masyarakat
Sekitar tahun 2004 sampai dengan pertengahan 2008 iklan ponsel di media masa menggembar-gemborkan keuanggulan teknologi multimedia, baik dalam segi suara maupun kamera. Sony Ericson memperkenalkan seri W sebagai handphone Walkman, Nokia mengunggulkan Express Music, Samsung dan LG menyusul belakangan. Setelah beberapa waktu mengunggulkan segi suara, maka muncullah handphone yang unggul di sisi kamera, lihat saja Nokia N73 dan beberapa ponsel lain yang mengunggulkan kamera 3,2 MP. Bahkan ada juga yang sampai 8 MP. Perkembangan teknologi ponsel berkembang pesat hingga lahirlah ponsel dengan kemampuan 3 G dan 3,5 G. Orientasi penggunaan ponsel yang hanya sekedar untuk SMS, Telepon, mendengarkan radio atau MP3, dan foto-foto pun sekarang mulai berkembang menjadi kebutuhan akses data alias internetan. Perkembangan ini didukung oleh operator GSM dengan penurunan tarif internet dan adanya paket-paket akses data menggunakan teknologi 3G seperti Telkomsel Flash dan Indosat 3,5 G. Belakangan produsen ponsel dan operator CDMA juga mulai mempromosikan akses kecepatan tinggi dengan teknologi CDMA, misalnya Smart, Starone, Esia, dan Fren.
Fenomena Facebook
Di sisi lain, Facebook yang diciptakan oleh Mark Zukenberg kian populer saja di Indonesia. Fenomena ini berkembang pesat ketika Barack Obama menggunakan Facebook untuk kampanye presidennya. Facebook tidak hanya digemari kalangan muda, bisa dikatakan bahwa mulai dari anak-anak sampai orang tua, tingkat ekonomi rendah sampai tingkat ekonomi tinggi, mulai dari desa yang pelosok sampai dengan kota besar, bahkan eksekutif sampai ibu rumah tangga pun kini menggemari facebook. Demam facebook di Indonesia menjadi peluang bagi operator seluler maupun produsen ponsel. Operator ponsel berbondong-bondong menurunkan tarif guna menjaring pelanggan, sedangkan produsen ponsel menawarkan kemampuan ponsel untuk mengakses situs facebook. Produsen yang melihat peluang ini bukan hanya produsen-produsen besar seperti Blackberry, Nokia, Sony Ericson, Samsung, dan LG, tetapi juga produsen-produsen dari Cina seperti Nexian. Nah, sekarang lihat saja iklan-iklan operator seluler maupun ponsel di TV maupun koran, selalu dibumbui kemudahan akses facebook. Selamat fesbukan !!