web analytics

Catatan Perjalanan Agustus 2008 (1)

1 min read

Alhamdulillah pesawatku mendarat di Bandara Adi Sucipto jam 18.45. Begitu keluar dari pintu kedatangan, Bapak, Ibuk dan Opik belum datang. Masih dalam perjalanan. Namun tak lama kemudian mereka datang.
Sudah lama rasannya kami tidak makan bersama di luar, jadi kami sepakat untuk makan di Ayam Goreng Ny. Suharti, Rejowinangun. Ini tentu saja menjadi pengalaman pertama bagi kami. Sungguh menyenangkan bisa makan bersama keluarga.

14 Agustus 2008 Gladi Kotor
Ini adalah saat-saat yang ditunggu-tunggu, apalagi kalau bukan bertemu Paskibraka dan sahabat-sahabat lama, mengenang kembali saat-saat kami ikut ujian seleksi paskibraka, latihan paskibraka yang melelahkan, dan kebanggaan yang tiada duanya ketika upacara pengibaran dan penurunan sang saka merah putih. Kenangan itu seolah-olah kembali. Nyata.
Pagi itu agendanya Gladi Kotor. Sewaktu saya datang acara belum dimulai karena paginya alun-alun wonosari dipakai untuk upacara peringatan Hari Pramuka?. Haha? Salam Pramuka?

Siangnya, aku, Opik, Tejo, Najib, dan Aris menyempatkan diri mampir ke SMA 1 Wonosari, merasakan nikmatnya Mie Ayam buatan Pak Marimin. Ada perasaan bangga melihat kesuksesan Pak Marimin yang sekarang sudah buka cabang di Siyono. Mie ayam buatan Pak Marimin memang tiada duanya ?mak nyus? Top Markotop. Kami juga bertemu dengan Bu Indri, Pak Yuli, Pak Muchayat, Pak Suratman, dan Bu Lasmi. Ehm.. mereka adalah orang-orang yang selalu kubanggakan dan berkat mereka saya bisa menjadi seperti sekarang ini. Terima kasih guru-guruku.
Kami kembali ke Pemda untuk melihat Latihan Paskibraka setelah gladi kotor. Latihan hari ini hanya sampai jam 4 karena akan dilanjutkan latihan pengukuhan di Sewoko Projo.

Malamnya saya tidur di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Wonosari. Disinilah Paskibraka Kabupaten Gunungkidul di karantina. Suasananya masih seperti dulu. Dan satu hal yang tidak berubah dari dulu, PPI tidak pernah kebagian tempat tidur, jadi kami tidur di tempat yang jelas-jelas tidak ditiduri Cah-Cah Paskib, misalnya : di bawah tangga, ruang makan, teras masjid, lapangan basket, pendopo? huahaha? menyedihkan.. tapi tidak apa-apa, menurutku malah itulah hal-hal paling menyenangkan dan berkesan selama di SKB.

Saya dan teman-teman PPI sudah punya rencana untuk memberi bekal sedikit kepada Paskibraka tahun 2008 ini, bukan masalah baris-berbaris tentunya. Sudah banyak teori baris-berbaris yang terlupakan, maklumlah sudah lama tidak bergelut dengan Pleton Inti dan Paskibraka. Jadi saya hanya akan berbagi cerita untuk menjaga agar semangat mereka tak pernah padam. Saya dan teman-teman rencananya akan mengumpulkan paskibraka setelah sesi malam berakhir sekitar jam 9. Ya insyaallah 1 jam cukup untuk sharing dan menyemangati mereka. Nah berhubung acara yang kami rencanakan memang di luar jadwal, maka kami pun meminta ijin dulu kepada koordinator pelatihan dari Diknas Gunungkidul, Pak Yitno. Namun sepertinya kami kurang mendapat respon positif, sehingga rencana tersebut kamii pending. Alhamdulillah malamnya Pak Yitno pulang ke Piyungan, sehingga kami agak leluasa mengatur rencana.

Mengenang 17 Agustus 2003

Enam tahun lalu, 17 Agustus 2003 kami bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih di Istana Presiden Gedung Yogyakarta. Berikut adalah beberapa foto Paskibraka DIY 2003...
wahidhasan
5 sec read

Paskibraka DIY 2003

Pakibraka menyisakan kenangan mendalam dalam hati kita, kenangan yang tak terhapus oleh waktu, kenangan yang akan selalu mengingatkan pada kebersamaan kita, kebesaran sang saka...
wahidhasan
37 sec read

Catatan Perjalanan Agustus 2008 (3-habis)

17 Agustus 2008 – Kibarkan Sang Merah Putih di Dadamu… Upacara Pengibaran Wake up !!!! Merdeka .. Hari ini adalah puncak dari semua cerita...
wahidhasan
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *