May 20, 2012

Peta Wisata (Pantai) di Gunungkidul, Yogyakarta

Peta Wisata (Pantai) di Gunungkidul, Yogyakarta

Liburan kemarin saya sempat mengunjungi pantai Sundak dan Baron di Gunungkidul. Dalam obrolan dengan istri, saya tanyakan urutan pantai di Gunungkidul dari timur ke barat. Pokoknya semua pantai yang bisa dikunjungi. Meskipun pada akhirnya hanya 2 pantai yang kami kunjungi. Beberapa waktu setelah itu, rasa penasaran itu masih ada, akhirnya saya browsing dan nemu peta wisata Gunungkidul seperti di atas.



Kali ini saya akan menceritakan pantai-pantai yang ada di Gunungkidul, urut dari timur ke barat. Semoga saja bisa memudahkan anda bertamasya ke Gunungkidul. Tamasya yang terencana akan lebih baik karena kita bisa menentukan obyek wisata mana saja yang akan dikunjungi, dan kita sudah mengetahui hal-hal menarik apa saja yang ada disana. Lantas, kita tinggal bikin rute piknik agar waktu yang ada bisa kita manfaatkan secara maksimal. Check it out !
1. Pantai Sadeng 

Pantai Sadeng terletak di Desa Songbanyu dan Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, berjarak sekitar 46 km dari Wonosari. Terdapat Telaga Suling yaitu lembah yang diyakini dahulu sebagai muara sungai Bengawan Solo Purba. Pantai ini juga dikenal sebagai Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)yang bertaraf nasional dan merupakan penunjang pengembangan perikanan laut di Yogyakarta. Wisatawan dapat menikmati sajian masakan ikan laut atau membawa ikan laut segar sebgai oleh-oleh dengan harga terjangkau.
2. Pantai Wediombo

Pantai Wediombo

Pantai Wediombo merupakan pantai alami dengan panorama yang sangat indah, terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, sekitar 40 km arah tengara kota Wonosari. Pantai berbentuk teluk dan landai dengan hamparan pasir putih, dapat dilihat secara terbuka baik dari atas perbukitan maupun dari pesisir pantai, sehingga memungkinkan wisatawan untuk menikmati panorama sunset yang sempurnama, selain itu juga udara pantainya ejuk menyegarkan dipercaya dapat membantu penyembuhan penyakit asma. Bagi wisatawan yang hobi memancing dapat dilakukan di tempat ini dimana pada saat tertentu banyak ikan Panjo yang muncul di sepanjang pantai. Satu tahun sekali di pantai digelar adat budaya Ngalangi yaitu upacara prosesi menangkap ikan dengan cara menggunakan gawar yang terbuat dari akar pohon wawar yang menjalar sebagai jaring yang dipancangkaan dari bukit Kedungdowok dan dihalau bersama-sama ke laut oleh masyarakat setempat. Dalam satu kaawsan dengan pantai ini terdapat Pantai Gremeng, Pantai Jungwok dan Pulau Kalong (sebuah pulau kecil yang dihuni ribuan kalong) yang dapat dicapai dengan tracking sekitar 1,5 km ke arah timur.
3. Pantai Siung

Pantai Siung

Pantai ini terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, berjarak sekitar 35 km dari Wonosari dengan prasarana jalan aspal sampai tebing pantai. Pantai Siung merupakan cekungan laut yang diapit dengan dua bukit dengan tebing spesifik sehingga memungkinkan sebagai lokasi olah raga panjat tebing dan merupakan surga bagi para “climber” karena memiliki kurang lebih 250 jalur pemanjatan dengan didukung oleh panorama laut yang indah, merupakan keasyikan tersendiri memanjat tebing dengan diiringi debur ombak dan hembusan angin laut yang menyegarkan. Disini pernah diselenggarakan Asian Climbing Gathering (olah raga panjat tebing tingkat Asia) yang diikuti oleh 80 peserta dari 15 negara di Asia, diantaranya Thailand, Jepang, China, Malaysia, dll. Serta terdapat terasering lahan pertanian yang disekelilingnya hidup sekumpulan primata (kera ekor panjang).
4. Pantai Sundak

Pantai Sundak

Terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, sekitar 1 km ke arah timur dari pantai Krakal, panorama alam hijau menyatu dengan dengan suasana desa pantai yang nyaman sangat cocok untuk tempat bersantai dan biasa digunakan sebagai ajang lokasi perkemahan bagi wisata remaja.
5. Pantai Ngandong
Terletak di Desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, sekitar 500 m di sebelah barat Pantai Sundak merupakan pantai landai yang berpasir putih. Masih satu kawasan dengan Pantai Ngandong atau tepatnya di Watu Lawang, terdapat rumah singgah Komunitas of Roader (CRAB) dengan fasilitasnya etara hotel berbintang lima, antara lain dilengkapi dengan ruang pertemuan, Spa dan lain-lain, sangat nyaman untuk tempat bersantai dan berakhir pekan.
6. Pantai Krakal

pantai Krakal

Merupakan pantai yang luas dan terpanjang dinatara 7 pantai lainnya dalam satu kawasan, terletak 2 km sebelah Timur pantai Drini. pasir outih yang membentang berkilauan sepanjang pantai, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati udara laut sambil jogging, ataupun mandi/berenang di pantai sambil menikmati keindahan dan mencari aneka biota laut, dengan membawa jaring kecil yang banyak dijual disana. Pada waktu-waktu tertentu ada suguhan atraksi wisata di panggung terbuka dipinggir pantai. Fasilitas tersedia antara lain Hotel Melati dan warung makan.
7. Pantai Drini

Pantai Drini

Pantai Drini terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km ke arah Timur dari Pantai Sepanjang. Keistimewaan pantai ini terdapat pulau karang yang tumbuh pohon Drini dan konon kayunya dapat dipakai sebagai penangkal ular berbisa.
8. Pantai Sepanjang
Pantai Sepanjang merupakan rangkaian dari Pantai Baron dan Kukup terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 2 km di sebelah timur Pantai Kukup. Dengan hamparan pantainya yang berpasir putih cocok sebagai kawasan otorita wisata eksklusif, sangat ideal untuk berjemur menikmati hangatnya sinar mentari dan merupakan pantai konservasi yang pada waktu tertentu biasa dipakai tempat pendaratan penyu laut untuk bertelur.
9. Pantai Kukup

Pantai Kukup

Pantai Kukup merupakan pantai berpasir putih yang indah dan luas, terdapat aneka biota laut terutama ikan hias yang dijual oleh beberapa pedagang di pinggir pantai maupun dipelihara di Gedung Aquarium Laut dekat pantai. Di sini juga terdapat sebuah pulau karang kecil yang diatasnya terdapat gardu pandang untuk menikmati keindahan laut. Fasilitas yang adaantara lain: sebuah pendopo utnuk acara pertemuan, Pondok Wisata, Hotel Melati, Waung makan dan kios pedagang cinderamata, ikan laut hias, iakn siap saji dan pedagnag buah-buahan. Masyarakat Nelayan setempat juga melaksanakan upacara sedekah laut dalam waktu bersamaan dengan nelayan pantai Baron.
10. Pantai Baron

Pantai baron

Pantai Baron merupakan pintu gerbang masuk kawasan obyek wisata pantai. Pantai ini dikelilingi bukit-bukit kapur yang diatasnya terdapat jalan setapak dimana wisatawan dapat menikmati keindahan laut yang luas dan khas. Di sebelah barat, terdapat muara air sungai bawah tanah (air tawar) sehingga ada suatu tempat pertemuan antara air laut dan air tawar. Ciri khas pantai Baon adalah banyaknya aneka ikan laut segar maupun siap saji termasuk menu spesial Baron yaitu Sop ikan Kakap. Masyarakat nelayan setempat biasa melaksanakan Upacara Sedekah Laut yang dilakukan rutin tiap bulan Suro (penanggalan Jawa). Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas panen ikan yang melimpah dan permohonan keselamatan dalam mencari ikan di laut. Fasilitas yang telah tersedia antara lain: Hotel kelas melati, Warung makan, kios-kios cinderamata, panggunung terbuka. serta gedung pertemuan.
11. Pantai Ngrenehan

Pantai Ngrenehan

Terletak di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari kurang lebih 30 km di sebelah selatan kota Wonosari. Suatu pantai berupa teluk yang dikelilingi hamparan perbukitan kapur dan memiliki panorama yang sangat memukau dengan deburan ombak menerpa pasir putih. Para wisatawan dapat menyaksikan aktivitas kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji atau membawa ikan segar sebagai oleh-oleh. Masih dalam satu kawasan Pantai Ngrenehan kurang lebih 1 km di sebelah barat terdapat Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan. Setiap bulan purnama pada hari raya Nyepi di Pantai Ngobaran di laksanakan Upacara Melasti.
12. Pantai Nguyahan

Pantai Nguyahan

13. Pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran yang berlokasi di desa Kanigoro kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta merupakan pantai yang masih alami dan sangat indah. Bersebelahan dengan pantai Ngrenehan.

sumber : Dinas Pariwisata Gunungkidul

Tag Mesin Pencari:

    pantai ngobaran,peta pantai ngobaran,peta pantai gunung kidul,peta wisata pantai gunung kidul,bunga parangtritis,rute pantai drini,pantai sadeng wonosari jogja,pantai sundak,peta wisata gunung kidul,peta wisata pantai jogja,pantai krakal jogja,alamat pantai sundak,wisata pantai yogyakarta,pantai kukup jogja,pantai kukup gunung kidul,deretan pantai gunung kidul,peta pantai drini,pantai kukup gunungkidul,peta pantai sundak,wisata gunung kidul

Candi Sambisari, Ditemukan setelah Terkubur Material Vulkanik 960 Tahun

Candi Sambisari, Sleman

CANDI SAMBISARI terletak di Purwomartani, Kabupaten Sleman terbilang unik karena berada 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Selain itu memiliki arca Lingga-Yoni (kelamin) di bilik utamanya dan ditemukan pada tahun 1966 atau terkubur material vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi pada Tahun 1006.

Awalnya, Sambisari ditemukan oleh petani setempat Karyoinangun secara tidak sengaja pada tahun 1966. Saat itu, mata cangkulnya membentur benda keras berupa batu yang terpendam di dalam tanah. Akhirnya diketahui bebatuan itu adalah reruntuhan candi.

Petugas tiket dan informasi Candi Sambisari, Basuki menjelaskan Balai Arkeologi Yogyakarta lalu melakukan penelitian dan penggelian. Hasilnya terdapat situs candi dan dinyatakan sebagai daerah Suaka Budaya.

“Proses selanjutnya penyusunan kembali reruntuhan menjadi Kompleks Candi utuh dan pada tahun 1987 dimulai rekonstruksi ulang termasuk pemugaran. Karena letaknya 6,5 meter di bawah tanah, maka disebut Candi Sambisari,” ujarnya kepada KRjogja.com, Minggu (8/1/2012).

Sementara itu berdasarkan penelitian geologis, candi setinggi 6 meter terbenam material vulkanik erupsi Gunung Merapi tahun 1006. Candi Sambisari merupakan candi hindu abad 10 dan dianun oleh Raja dinasti Sanjaya karena memiliki arca Shiwa atau Bhatara Guru dalam pewayangan Jawa, menepati bilik utamanya.

Candi Sambisari merupakan Candi Hindu beraliran Syiwaistis dari abad ke X. Saat penggalian kompleks candi Sambisari juga ditemukan benda bersejarah lainnya. Misalnya perhiasan, tembikar, prasasti lempengan emas. Dari situ diperoleh prakiraan, bahwa Candi Sambisari
dibangun tahun 812-838 M, saat Kerajaan Mataram Hindu atau Mataram Kuno diperintah Raja Rakai Garung dari Dinasti Syailendra.

Basuki menjelaskan candi terdiri embat bangunan yang dibattasi tembok mengelilinginya dengan total luas 50 x 48 meter. Bangunan candi utama yang terbesar memiliki ketinggian 7,5 meter dan berbentuk bujur sangkar yang berukuran 15,65 x 13,65m pada bagian bawah candinya. Pintu masuk ke dalam kompleks candi berada pada keempat sisi bujur sangkar dengan menuruni tangga.

Keunikan yang lain, candi ini tidak memiliki pilar penyangga, sehingga bagian dasarnya sekaligus berfungsi sebagai pilar penyangga candi. Di bagian ini terdapat selasar yang mengelilingi badan candi, dan memiliki 12 anak tangga. Pada bagian luar badan candi terdapat relung-relung untuk menaruh arca.

Yang masih ada kini adalah arca Durga di sebelah utara, Ganesha di sisi timur, dan arca Agastya di bagian selatan. Dua relung lain yang ada di kanan dan kiri pintu, untuk patung dewa penjaga pintu, yaitu Mahakala dan Nadisywara. Sayang kedua patung itu sudah tidak ada di tempatnya lagi. Sementara patung lingga dan yoni terdapat pada bilik di dalam badan candi tersebut.

“Tiket masuk menikmati karya agung leluhur ini, yakni Rp. 2000 untuk dewasa, dan Rp. 1000 untuk anak-anak,” tandasnya. (Denny Hermawan)

Sumber : http://krjogja.com

Tag Mesin Pencari:

    gerabah kasongan,flickr indonesia jogja karcis masuk pagelaran siti hinggil,pantai goa cemara bantul,laut parangtritis,gerabah indonesia,tempat wisata di jogja,pantai samas,pengertian arca agastya,candi terkubur,material vulkanik,jalan yogyakarta,kerajinan keramik jawa tengah,arca gerabah kasongan,LINGGA DAN YONI,gambar unik pada gerabah,KOLEKSI GAMBAR BESERTA PENGERTIAN DI DALAM KERATON,lokasi hasil karya kerajinan seni gerabah kasongan,objek wisata di yogyakarta,tradisi patehan,tiket masuk candi sambi sari

Kasongan, Pusat Gerabah di Yogyakarta

Kasongan, Pusat Gerabah di Yogyakarta

Image Credit : http://www.flickr.com/photos/suburanugerah/


Kabupaten Bantul adalah kabupaten yang kaya akan obyek wisata, Makam Raja di Imogiri, Pantai Parangtritis, Pantai Kuwaru, Pusat Kerajinan Kulit di Manding. Nah, ada satu Pusat Kerajinan yang tak kalah terkenalnya dengan tempat wisata yang lain, yaitu KASONGAN. Ketika kita mendengar kata Kasongan, pasti yang ada di benak kita adalah kerajinan dari gerabah.
Kasongan telah lama dikenal sebagai desa penghasil kerajinan gerabah. Desa Wisata ini terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, sekitar 6 km Selatan Kota Jogja atau Yogyakarta. Gerabah itu sendiri merupakan perkakas yang terbuat dari tanah liat/lempung atau dikenal sebagai keramik. Hampir seluruh warga Kasongan mempunyai aktivitas rutin membuat aneka kerajinan dan souvenir gerabah yang terbuat dari tanah liat.
Pada awalnya masyarakat kasongan ini membuat gerabah hanya terbatas untuk peralatan keperluan rumah tangga, seperti kendi (wadah air minum), gentong (wadah air), anglo (sejenis kompor dengan bahan bakar arang, untuk memasak), kendil (untuk memasak), dan lain-lain. Sekarang, seiring dengan perkembangan jaman, Kerajinan gerabah yang dijual di desa wisata ini bervariasi, mulai dari pernak-pernik kecil untuk souvenir (biasanya untuk souvenir pengantin), hiasan, pot untuk tanaman, penunjang interior (lampu hias, patung, furniture, etc), meja kursi, dan masih banyak lagi jenisnya. Bahkan dalam perkembangannya, produk desa wisata ini juga bervariasi meliputi bunga tiruan dari daun pisang, perabotan dari bambu, topeng-topengan dan masih banyak yang lainnya.

Kasongan, Pusat Gerabah di Yogyakarta

Kasongan, Pusat Gerabah di Yogyakarta

Tag Mesin Pencari:

    DAERAH PENGHASIL GERABAH,kasongan yogyakarta,gerabah kasongan yogyakarta,pusat gerabah,daerah penghasil gerabah di yogyakarta,Kerajinan keramik dari Kasongan Yogyakarta,keramik kasongan,souvenir gerabah kasongan,Gerabah,pernak pernik dari gerabah,daerah penghasil kerajinan keramik,gerabah untuk perlengkapan rumah tangga,keramik kasongan yogyakarta,pembuatan gerabah kasongan,pusat gerabah kasongan,daerah kasongan sebagai penghasil grabah,pusat gerabah jogja,alat rumah tangga dari gerabah,alat rumah tangga yang terbuat dari gerabah,kasongan

Hotel Bintang di Jogjakarta

Hotel merupakan salah satu bagian terpenting dalam pariwisata Jogja. Ketika turis datang ke Jogja, sudah tentu mereka akan mencari hotel atau penginapan di jogja. Kita pasti berusaha untuk mencari hotel murah, bersih, pelayanan memuaskan dan memiliki akses ke tempat wisata di Yogyakarta mudah. Turis dari luar negeri pun tidak semuanya kaya, bahkan kadang mereka rela menempati hotel yang murah. So, berikut adalah beberapa hotel mulai dari kelas Bintang 5, Bintang 4, Bintang 3, Bintang 2, Bintang 1, dan Hotel Melati di Jogja.
Catatan : Tarif yang saya tulis disini adalah tarif pada hari biasa. Tarif ini tidak berlaku saat high season seperti Idul Fitri, Liburan Sekolah, dan Tahun Baru [Read more...]

Tag Mesin Pencari:

    hotel bintang 3 yogyakarta,hotel bintang 5 di jogja,hotel bintang 1 di yogyakarta,hotel yogyakarta bintang 3,hotel bintang 1 jogja,hotel bintang 2 di yogyakarta,hotel di yogyakarta bintang 5,hotel bintang 5 yogyakarta,hotel bintang di jogja,hotel bintang di jogjakarta,hotel bintang 5 jogja,hotel bintang 5 di yogyakarta,hotel bintang 3 di yogyakarta,hotel bintang 2 di jogja,hotel bintang 1 yogyakarta,hotel bintang 4 di jogjakarta,hotel bintang 4 jogja,no telepon hotel bintang 4 di jogjakarta,hotel bintang 4 di jogja,hotel bintang 1 dijogja

Pantai Parangtritis, Pantai Paling Terkenal di Yogyakarta

Dokar di Pantai Parangtritis

Pantai yang paling terkenal di Jogja adalah Pantai Parangtritis. Ini bukan isapan jempol, kawan-kawan saya yang belum pernah datang ke Jogja saja tahun tentang Pantai Parangtritis. Meskipun masih kalah terkenal dengan Kraton Yogyakarta dan Malioboro, Pantai Parangtritis punya keunikannya sendiri.
Pantai Parangtritis adalah salah satu pantai dalam deretan pantai di pesisir selatan atau pantai selatan. Pantai ini merupakan kawasan wisata alam, kawasan wisata budaya dan ziarah. Kawasan Parangteritis telah dilengkapi dengan penginapan, rumah makan, serta berbagai fasilitas rekreasi seperti kolam pemandian, bumi perkemahan dan lain sebagainya.
Obyek wisata yang dapat dikunjungi di Kawasan Parangtritis selain pantainya antara lain:

Labuhan di Pantai Parangtritis
  • Parang Wedang : Suatu sumber mata air panas bermineral yang tidak pernah kering sepanjang tahun, yang sering digunakan pula untuk menyembuhkan penyakit kulit.
  • Parang Kusuma : Tempat ini dianggap sebagi tempat yang paling sakral dari seluruh kompleks Kawasan Parangteritis, dimana menurut kepercayaan Jawa, merupakan tempat pertemuan antara Raja Yogyakarta dengan kanjeng Ratu Kidul. Pertemuan ini terjadi pada sebuah batuan yang merupakan sisa kegiatan vulkanis dimasa silam (post volcanic) yang merupakan suatu batuan intrusi di tengah hamparan pasir Pantai, dengan nama Watu Gilang.
  • Dataran tinggi Gambirowati : Dataran tinggi Gambirowati merupakan salah satu tempat yang memiliki pemandangan indah di Pantai Parangteritis dan ke laut lepas di sekitarnya. Tempat ini dapat dicapai dengan menyusur jalan dari Parangteritis ke arah Panggang dan Goa Langse, yang merupakan jalan menanjak ke perbukitan. Bukit Gupit yang ada di jalan ini, sering dipergunakan sebagai tempat start/meloncat para pecinta olahraga layang gantung (gantole).
  • Goa Langse : Merupakan goa pertapaan yang berwujud suatu lorong di bawah batu karang, yang mulutnya menghadap kearah laut lepas. Goa ini dapat dicapai dengan menuruni batu karang yang terjal, dan berbatuan melalui tangga dari tali atau bambu, untuk itu diperlukan suatu keberanian yang prima dan ketrampilan khusus. Pada saat air laut pasang, mulut goa ini tertutup oleh air laut, sehingga untuk masuk atau keluar dari goa, hanya dapat dilakukan pada saat air laut surut. Makam Syeh Bela – Belu : Terdapat di bukit Pemancingan, yang dianggap sebagai makam yang keramat. Makam ini banyak dikunjungi oleh para peziarah, utamanya pada hari Jumat dan Selasa Kliwon.
Pantai Parangtritis

Photo Credit : Uncle Su, Yan Arief,

Tag Mesin Pencari:

    pantai parangtritis,parangtritis,jalan parangtritis gunung kidul yogyakarta,parang tritis,pantai parang tritis,gambar pantai parangtritis,Foto pantai Parangtritis,tentang pantai parangtritis,pantai parangtritis yogyakarta,dokar jawa,wisata parangtritis,rumah makan dan penginapan ppantai parangtritis,peta jalan di yogyakarta ke pantai parangtritis,perkumpulan layang gantung diyogyakarta,perbukitan yang terkenal di yogyakarta,rumah makan di pantai parangtritis,rumah makan jogja,rumah makan pantai parangtrtis,yogyakarta pantai parangtritis,Yogyakarta makanan terkenal

Pantai Kwaru, Wisata Pantai Baru di Bantul, Yogyakarta

Pantai Kwaru, Bantul, Jogja

Pantai Kwaru, Bantul, Jogja

Bantul kini memiliki objek wisata pantai baru, namanya Pantai Kwaru.  Jarak Pantai Kwaru dari Jogjakarta sekitar 25 kilometer ke arah selatan. Tepatnya di Kecamatan Srandakan , Bantul, Propinsi Yogyakarta. Ini merupakan kelanjutan dari deretan pantai di Bantul seperti Pantai Samas, Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Trisik, dan Pantai Pandansari. Jadi kalau Anda mau menyusuri seluruh wisata pantai di Bantul, buat rute atau urutan pantai di Bantul dan pastikan anda akan mengunjungi Pantai Kwaru.
Apa uniknya Pantai Kwaru? Dibanding dengan beberapa pantai yang ada di DIY, Pantai Kwaru Bantul memiliki ciri khas tersendiri. Selain tempatnya masih baru juga bersih dan nyaman. Pantai Kwaru sangat indah dan eksotis, karena rindang dengan banyaknya Pohon Cemara Udang di sisi pinggir pantai.
Fasilitas yang ada di Pantai Kwaru saat ini adalah parkir, MCK, fasilitas arena bermain, dan pelelangan ikan. Tapi fasilitas ini masih sangat minim . Dinas Pariwisata DIY ke depan akan menata kawasan wisata pantai ini sehingga menjadi lebih tertata dan nyaman untuk wisatawan. Beberapa fasilitas pendukung seperti arena bermain, ruang informasi, tempat jualan , souvenir , gardu pandang maupun akses jalan masih perlu ditingkatkan.
Saat ini setiap hari pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan di hari libur maupun akhir pekan ribuan wisatawan datang ke lokasi ini . Untuk meningkatkan image wisatawan pantai ini Pantai Cemara Udang. Tujuannya agar persepsi dan image positip pantai ini indah dan eksotik bisa langsung dinikmati wisatawan.

Pantai Kwaru, Bantul, Jogja

Pantai Kwaru, Bantul, Jogja

Tag Mesin Pencari:

    pantai kwaru,wisata pantai jogja,pantai kwaru jogja,pantai kwaru yogyakarta,pantai jogja,pantai di jogja,KWARU,pantai bantul,tempat wisata di bantul yogyakarta,Bantul,pantai baru di jogja,pantai baru bantul,pantai baru,pantai dibantul,pantai baru di yogyakarta,bantul yogyakarta,pantai baru jogja,wisata pantai bantul,wisata bantul jogja,pantai indah di bantul

Pantai Pandansari / Pantai Patehan, di Bantul, Yogyakarta

Pantai Pandansari / Pantai Patehan, di Bantul, Yogyakarta

Pantai Pandansari / Pantai Patehan, di Bantul, Yogyakarta

Pantai Pandansari merupakan salah satu Pantai di Bantul, yang berderet mulai dari Samas – Pandansari – Kuwaru – Pandansimo. Pantai ini juga dikenal dengan nama Pantai Patehan. Pantai ini terletak 17 km ke arah selatan dari kota Bantul. Pantai Pandansari masih agak sepi, nelayan tidak terlihat di pantai ini.
Perjalanan untuk menuju ke Pantai Pandansari ini dari kota Yogyakarta atau Jogja sangatlah mudah, yaitu dengan menelusuri saja Jalan K.H. Wachid Hasyim ini menuju ke selatan, lurus terus ke arah Bantul, tepatnya ke arah Pantai Samas. Sebelum memasuki areal Pantai Samas, akan ada papan petunjuk ke arah bumi perkemahan pramuka kwartir cabang Bantul. Ikuti jalan menuju buper ini tapi jangan masuk ke bupernya. Ikuti terus jalan yang ada hingga akhirnya kita akan mencapai Pantai Pandansari. Waktu tempuh dari Jogja sekitar 1 jam. Cukup mudah dan cepat, bukan?
Keunikan dari pantai ini adalah selain mercusuar yang menjulang tinggi ini, pantainya masih bisa dibilang cukup perawan. Belum banyak wisatawan yang berkunjung ke sini karena pantai ini kalah pamor dengan Pantai Samas di sebelah timur atau pun Pantai Pandansimo di sebelah baratnya. Belum lagi akses ke pantai ini kurang memadai, yaitu jalan untuk menuju ke pantai ini masih rusak. Ciri khusus pantai ini adalah seperti di pantai bagian barat lainnya adalah sedikitnya karang, tingginya ombak, dan pasirnya yang berwarna hitam keabu-abuan. Jangan berharap untuk bersantai di pasir atau berenang di laut bila akan berkunjung ke pantai ini. Pasirnya yang keabu-abuan dengan ombak yang ganas membuat Pantai Pandansari kurang indah bila dibandingkan dengan pantai lain. Namun pantai yang juga berfungsi sebagai pelabuhan bagi kapal nelayan ini memiliki mercu suar setinggi kurang lebih 25 meter. Mercu suar ini dibangun sebagai penunjuk arah bagi kapal-kapal yang akan berlabuh. Selain itu, bangunan ini rupanya juga dibuka bagi pengunjung yang ingin melihat luasnya laut dari puncak mercu suar. Hingga kini, mercu suar dengan 7 lantai tersebut masih aktif digunakan dan dengan hanya Rp. 1000,- anda bisa merasakan keindahan pantai pandansari dari atas mercusuar. Tangganya yang berputar mengikuti bentuk bangunan memang sedikit memberikan tantangan bagi para pengunjung. Namun pengalaman bersantai di puncak mercu suar merupakan pengalaman yang sebanding dengan pengorbanan mendaki tangga putar tersebut.
sumber:visitingjogja.com
gambar : http://www.flickr.com/photos/kelanakecil/

 

Tag Mesin Pencari:

    pantai pandansari,pantai patehan bantul,nama pantai di bantul,peta pantai bantul,pantai di bantul jogjakarta,pantai daerah bantul jogja,panta pandan sari,pandan sari jogya,nama-nama pantai di bantul,Pantai mercusuar bantul,pantai mercusuar dekat samas bantul,Pantai pandan sari,pantai patehan jogja,pantai patehan yogyakarta,peta jalan dibantul,peta pantai pandansari,peta pantai pandansimo,bumi perkemahan bantul,nama pantai bantul,bumi perkemahan daerah bantul

Makam raja-raja Mataram Imogiri

makam raja imogiri

Kawasan Yogyakarta bagian selatan memang memiliki banyak tempat yang bisa dijadikan wisata ziarah. Makan Raja-raja Mataram Islam yang berada di Imogiri, Bantul termasuk salah satu yang paling banyak diminati masyarakat.
Terletak sekitar 25 kilometer arah selatan Yogyakarta dan 12 km dari kota bantul, tempat ini memang sudah mendapat tempat tersendiri bagi masyarakat Jawa. Terbukti setiap malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon makam Imogiri selalu ramai oleh pengunjung. Dan diyakini oleh masyarakat Jawa,malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon termasuk hari baik untuk mendapatkan berkah doa.
Makam Imogiri merupakan komplek makam bagi raja-raja Mataram dan keluarganya. Kompleks ini berada di Ginirejo Imogiri. Makam ini didirikan oleh Sultan Agung antara tahun 1632 – 1640M merupakan bangunan milik keraton kasultanan. Untuk menuju kompleks makam, pengunjung harus menaiki tangga berundak setinggi 345 tanggga dan harus berapakaian traditional jawa.
Bagi pengunjung yang datang di Makam Imogiri memang tidak hanya akan melihat dari dekat tempat makam raja-raja Jawa dari Keraton Ngayogyakarto dan Kasultanan Surakarta tetapi juga bisa menikmati sajian makan/minuman khas Imogiri berupa campuran dari daun cengkeh,jahe,gula batu, yang dinamakan minuman uwuh. Minuman ini termasuk menu favorit para pengunjung di makam Imogiri tiap malam selasa kliwon dan malam Jumat Kliwon.
sumber:visitingjogja.com

Tag Mesin Pencari:

    makam raja imogiri,imogiri,makam raja mataram,doa malam jumat kliwon,makam raja raja imogiri digunakan untuk menyembunyikan raja raja dari,makam raja-raja jawa imogiri,Makam raja-raja mataram di Bantul,makam-makam raja mataram imogiri,makan raja raja mataram di imogiri,masyarakat mataram islam,obyek wisata makam raja imogiri,raja raja mataram,makam raja raja imogiri,makam raja mataram yogyakarta,makam raja mataram jagja,hotel bintang 3 arah ke imogiri,imogiri makam,islam dalam masyarakat imogiri bantul yogyakarta,kuburan raja,Kuburan Raja Islam

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta

Keraton atau dalam bahasa aslinya disebut Karaton berlokasi di pusat kota Yogyakarta. Karaton artinya tempat dimana raja dan ratu tinggal, atau dalam kata lain Kadaton yang artinya sama. Dalam pembelajaran tentang budaya Jawa, arti ini mempunyai arti filosofis yang sangat dalam. Arsitek istana ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwono I sendiri, yang merupakan pendiri dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keahliannya dalam bidang arsitektur dihargai oleh ilmuwan berkebangsaan Belanda – Dr.Pigeund dan Dr.Adam yang menganggapnya sebagai “arsitek dari saudara Pakubuwono II Surakarta”.
Kraton Yogyakarta didirikan pada tahun 1756 oleh Pangeran Mangkubumi (Hamengkubu Buwono I) sebagai pusat kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pada mulanya, lokasi Kraton sekarang ini merupakan daerah rawa yang bernama Umbul Pacethokan, yang kemudian dibangun menjadi sebuah pesanggrahan Ayodya.
Bangunan Kraton membentang dari utara ke selatan. Halaman depan dari Kraton disebut alun-alun utara dan halaman belakang disebut alun-alun selatan. Desain bangunan ini menunjukkan bahwa Kraton, Tugu dan Gunung Merapi berada dalam satu garis/poros yang dipercaya sebagai hal yang keramat. Pada waktu lampau Sri Sultan biasa bermeditasi di suatu tempat pada poros tersebut sebelum memimpin suatu pertemuan atau memberi perintah pada bawahannya.
Bagian-bagian keraton dari utara ke selatan adalah: Gapura Gladag (sudah tidak ada), Gapura Pangurakan nJawi/luar, Gapura Pangurakan Lebet/dalam, Alun-alun Utara, Kompleks Pagelaran, Kompleks Siti Hinggil, Gerbang Brojonolo, Kompleks Kamandhungan Lor/utara, Gerbang Sri Manganti, Kompleks Sri Manganti, Gerbang Donopratopo, Kompleks Kedhaton (kediaman resmi dan pusat istana), Gerbang Kamagangan, Kompleks Kamagangan, Gerbang Gadhung Melati, Kompleks Kamandhungan Kidul/selatan, Gerbang Kamandhungan, Sapit Urang/pamengkang, Kompleks Siti Hinggil Kidul/selatan (sekarang disebut Sasana Hinggil), Alun-alun Selatan, Gerbang Besar Nirbaya (Biasa disebut Plengkung Gadhing).
Di sekeliling Kraton dan di dalamnya terdapat sistem pertahanan yang terdiri dari tembok/dinding.
Kompleks Kraton Yogyakarta setiap hari dibuka untuk masyarakat umum mulai dari pukul 07.30-13.00, kecuali pada hari Jumat sampai dengan pukul 12.00 WIB. Untuk masuk akan dipungut tiket masuk dengan nilai : Dewasa : Rp 2.000,00, Rp 1.000,00 jika ingin memotret dan Rp 2.000,00 jika ingin merekam.
sumber:visitingjogja.com

 

Tag Mesin Pencari:

    arti kraton,gapura gladag,Gapura Gladag-Pangurakan

Museum Perjuangan Yogyakarta

Museum Perjuangan Yogyakarta

Di Jalan Kolonel sugiono No.24 Yogyakarta, kita dapat menemukan sebuah museum yang cukup menarik. Nama museum yang didirikan untuk mengenang perjuangan Indonesia melawan tentara Belanda ini diberi nama museum perjuangan Yogyakarta.
Museum ini berdiri atas inisiatif panitia peringatan “Setengah Abad Kebangkitan Nasional Propinsi DIY” pada tahun 1958, dimana dimaksudkan untuk mengenang Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. Pembangunan museum ini memakan waktu sekitar 3 tahun. Pada tanggal 17 Agustus 1959, Sri Paku Alam VII meletakkan Batu Pertama sebagai tanda dari awal pembangunan museum dan baru pada tanggal 29 Juni 1961 pembangunan dapat selesai dengan ditandai dengan peletakkan batu terakhir.
Peresmian dan pembukaan museum pun dilakukan oleh Sri Paku Alam VII. Antara tahun 1961 – 1963 museum ini dikelola oleh Panitia ‘Setengah Abad Kebangkitan DIY’. Namun antara tahun 1963 – 1969, museum yang termasuk dalam Jenis Museum Khusus ini mengalami kesulitan dalam pendanaan sehingga akhirnya ditutup untuk umum. Penutupan ini masih terus berlanjut sampai tahun 1974 namun keberadaannya sudah dibawah Pemda DIY, sebelum dibuka kembali tahun 1980.
Bangunan museum ini termasuk unik, karena berbentuk Ronde Tampel, yang merupakan arsitektur gaya Romawi Kuno dan Timur. Museum ini mengkoleksi benda-benda sejarah perjuangan, seperti relief, patung, foto dan meja kursi. Jumlah koleksi yang dimiliki museum ini sebanyak 200 buah, yang diambil dari zaman perjuangan bangsa tahun 1908-1949. Terdapat tiga ruang diorama di museum ini, yang mengajak pengunjungnya berada di nuansa perjuangan waktu itu.

sumber : krjogja.com

Tag Mesin Pencari:

    museum perjuangan,sejarah museum perjuangan yogyakarta,untuk mengenang yogyakarta dapat direbut tentara kita didirikan monumen,museum perjuangan jogja,museum yogyakarta,tentara perjuangan indonesia,perjuangan indonesia,nama benda sejarah perjuangan indonesia,musium perjuangan yogyakarta,museum perjuangan 45,isi museum perjuangan jogja,gedung museum perjuangan

Switch to our mobile site

Personal Blogs